KONDISI PERADABAN DALAM PERKEMBANGAN INTELEKTUAL PADA MASA DISINTEGRASI DINASTI ABBASIYAH (KEMUNDURAN DAN KEBANGKITAN: PERADABAN INTELEKTUAL DI ERA DISINTEGRASI ABBASIYAH)
Kata Kunci:
Peradaban, Intelektual, Era DisintegrasiAbstrak
Dinamakan khilafah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti adalah keturunan al-Abbas paman Nabi Muhammad SAW. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abass. Pemerintahan Dinasti Abbasiyah berlangsung cukup lama, dari tahun 132 H (750 M) hingga 656 H (1258 M). Selama periode Abbasiyah, pendidikan mengalami masa keemasan. Dinasti Abbasiyah, yang memerintah dari tahun 750 hingga 1258 M, dikenal sebagai periode keemasan peradaban Islam. Namun, pada abad ke-10, dinasti ini mengalami disintegrasi politik yang mempengaruhi struktur kekuasaan dan peradaban intelektual. Meskipun demikian, periode ini juga menyaksikan kebangkitan intelektual yang signifikan. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan tentang peradaban pendidikan pada masa Dinasti Abbasiyah. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode sejarah. Metode ini bertujuan untuk merekonstruksi dan menganalisis kejadian-kejadian masa lampau melalui proses pengumpulan, verifikasi, interpretasi, dan penyusunan historiografi. Untuk perkembangan ilmu pengetahuan para khalifah banyak mendukung, buku-buku bahasa asing banyak diterjemahkan kedalam bahasa arab. Umat muslim mampu membangun pengetahuan yang kaya dalam budaya keagamaan, filsafat, dan ilmu pengetahuan


