ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH TERHADAP TAGAR#KABURAJADULU DALAM BERITA MEDIA DARING KOMPAS.COM DANDETIK.COM
Kata Kunci:
Analisis Wacana Kritis, Norman Fairclough, #KaburAjaDuluAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana media mengonstruksi wacana ini dan bagaimana representasi yang dibentuk dalam pemberitaan. Penelitian ini menganalisis wacana kritis terhadap tagar #KaburAjaDulu dalam pemberitaan media daring Kompas.com dan Detik.com dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough. Tagar ini mencerminkan ketidakpuasan masyarakat, terutama kaum muda, terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia, serta menjadi bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis wacana kritis yang mencakup tiga dimensi: mikrostruktural (analisis linguistik teks), mesostruktural (praktik produksi dan konsumsi teks), serta makrostruktural (hubungan wacana dengan konteks sosial). Hasil analisis menunjukkan bahwa Kompas.com cenderung membingkai tagar ini sebagai bentuk perlawanan sosial dengan narasi yang lebih emosional dan konfrontatif terhadap pemerintah, sementara Detik.com lebih moderat, melihatnya sebagai kritik dan refleksi bagi pemerintah. Temuan ini mengungkap bahwa media tidak hanya menyajikan fakta tetapi juga berperan dalam membentuk opini publik mengenai fenomena sosial. Studi ini menegaskan pentingnya analisis wacana dalam memahami bagaimana media memengaruhi persepsi masyarakat terhadap isu-isu sosial dan politik.


