DAMPAK PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI KELAS V SEKOLAH DASAR KATOLIK MUDER TERESA

Penulis

  • Esterlin Lipikoni Universitas Citra Bangsa Kupang Penulis
  • Fembrianus Sunaryo Tanggur Universitas Citra Bangsa Kupang Penulis
  • Abdurrahman Abdullah Universitas Citra Bangsa Kupang Penulis

Kata Kunci:

Kurikulum Merdeka, Motivasi Belajar , Pembelajaran Diferensiasi

Abstrak

Lipikoni, Esterlin. 2024 Judul: Dampak Penerapan Kurikulum Merdeka Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Katolik Muder Teresa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak dari penerapan kurikulum merdeka terhadap motivasi belajar siswa kelas V SDK Muder Teresa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis deduktif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V dan guru wali kelas V Sekolah Dasar Katolik Muder Teresa. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data di analisis berdasarkan teori Miles dan Huberman dengan urutan langka reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan kurikulum merdeka di SDK Muder Teresa telah melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian sesuai dengan konsep kurikulum merdeka. Dalam menerapkan kurikulum merdeka, ada pembelajaran diferensiasi yang di terapkan dan itu efektif dan berjalan dengan baik. Dengan pembelajaran berdiferensiaisi siswa di beri kebebasan untuk belajar sesuai dengan kebutuhan dan minat belajar mereka hal ini berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa di SDK Muder Teresa khususnya di kelas V. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa dalam penerapan kurikulum merdeka terdapat beberapa tantangan yang di hadapi seperti kurangnya sarana prasarana pendukung dan kurangnya pemahaman guru mengenai pengimplementasian pembelajaran diferensiasi namun, hal ini tidak terlalu berdampak pada motivasi belajar siswa karena dengan melihat kondisi seperti itu guru sebagai fasilitator utama telah mencari solusi yang terbaik untuk menagani kasus tersebut, hal tersebut sudah menjadi bahan evaluasi sekolah yang akan ditindak lanjuti.

Diterbitkan

2024-10-13