TANTANGAN GURU DALAM MENERAPKAN PROSES PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DI KELAS II SDK ST. YOSEPH 2 KOTA KUPANG

Penulis

  • Panie Herni Putri Universitas Citra Bangsa Kupang Penulis
  • Fembrianus Sunaryo Tanggur Universitas Citra Bangsa Kupang Penulis
  • Yulsy Marselina Nitte Universitas Citra Bangsa Kupang Penulis

Kata Kunci:

Kurikulum Merdeka, Pembelajaran, Tantangan

Abstrak

Panie Herni Putri 2024, Tantangan guru dalam menerapkan proses pembelajaran Kurikulum Merdeka di SDK St Yoseph 2 kota kupang. Skripsi, Program studi pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Citra Bangsa Kupang. Pembimbing:(Fembrianus Sunario Tanggur, S.Pd. M.Pd &Yulsy Marselina Nitte, SH.,M.Pd). Kurikulum merdeka mengharuskan peserta didik untuk mengenali potensi diri dan guru juga dituntut untuk mengenali potensi dalam diri peserta didik sehingga dapat melakukan kegiatan berdasarkan tipe kegiatan pembelajaran seperti pembelajaran intrakurikuler yang dilaksanakan secara terdiferensiasi, Pembelajaran kurikuler berupa penguatan Profil Pelajar Pancasila yang berprinsip pada pembelajaran interdisipliner yang berorientasi pada karakter dan kompetensi umum, dan Pembelajaran ekstrakurikuler dilakukan sesuai minat peserta didik dan sumber daya yang ada pada satuan pendidikan. Penelitian ini membahas tantangan dan strategi guru dalam menerapkan proses pembelajaran Kurikulum Merdeka di kelas II SDK ST. Yoseph 2 Kota Kupang. Kurikulum Merdeka menekankan pada penggunaan teknologi, pembelajaran berbasis proyek, dan penyesuaian dengan minat serta bakat peserta didik. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengumpulkan dan menganalisis data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa tantangan utama dalam penerapan kurikulum ini: keterbatasan sarana dan prasarana, kesulitan dalam meninggalkan metode pembelajaran sebelumnya, keterbatasan referensi, serta minimnya pengalaman guru dalam mengelola pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Selain itu, keterlibatan orang tua dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi kurikulum ini. Dalam menghadapi tantangan tersebut, guru di SDK ST. Yoseph 2 Kota Kupang mengembangkan berbagai strategi, termasuk peningkatan keterampilan integrasi teknologi, penggunaan metode pembelajaran kontekstual, dan kerja sama dengan orang tua serta komunitas. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat berbagai hambatan, implementasi Kurikulum Merdeka dapat memberikan dampak positif pada kualitas pendidikan jika didukung dengan sarana, prasarana, dan keterampilan yang memadai

Unduhan

Diterbitkan

2024-10-13