PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICKF TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK SISWA KELAS III UPTD SD INPRES KUANINO 2 KOTA KUPANG

Penulis

  • Veronika Irmade Lay Universitas Citra Bangsa Penulis
  • Kristina E. Noya Nahak Universitas Citra Bangsa Penulis
  • Roswita Lioba Nahak Universitas Citra Bangsa Penulis

Kata Kunci:

Talking Stick, Menyimak Siswa

Abstrak

Veronika Irmade Lay, 2024, Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Terhadap Kemampuan Menyimak Siswa Kelas III SD Inpres Kuanino 2 Kota Kupang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Citra Bangsa. Pembimbing: Kristina E. Noya Nahak S.Pd.,M.Pd & Roswita L. Nahak S.Pd.,M.Pd Model pembelajaran Talking Stick merupakan sebuah model pembelajaran yang berorientasi pada penciptaan kondisi dan suasana belajar aktif dari peserta didik karena adanya unsur permainan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan penjelasan di atas, maka alasan utama pemilihan model Talking Stick karena selama proses pembelajaran berlangsung setelah guru menyajikan materi pelajaran, peserta didik diberikan waktu beberapa saat untuk mempelajari materi pelajaran yang telah diberikan, agar dapat menjawab pertanyaan yang diajukan guru pada saat Talking Stick berlansung. Mengingat dalam Talking Stick, hukuman dapat berlaku misalnya peserta didik menjawab pertanyaan dari guru. Kondisi Pembelajaran menyimak yang selama ini dilakukan di sekolah masih jauh dari kondisi yang diharapkan. Menurut Abidin (2014:93) pelaksanaan pembelajaran menyimak disekolah saa tini terdapat kelemahan antara lain: (1) Pembelajaran menyimak hanya dilakukan untuk menjawab pertanyaan. (2) Pembelajaran menyimak dilakukan sebagaimana layaknya pembelajaran membaca. (3) Pengukuran kemampuan menyimak masih bersifat biasa sebab guru menggunakan bahan simakan yang telah terlebih dahulu dibaca peserta didik. (4) Pembelajaran menyimak tidak diarahkan pada pengembangan karakter peserta didik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-postest design. Pada desain ini dilakukan pretest sebelum diberikan perlakuan. Alasan peneliti mengambil penelitian ini karena peneliti ingin melihat hasil yang akurat melalui beberapa tes yang dilakukan, yaitu dengan adanya pretest (sebelum perlakuan) dengan postest (sesudah perlakuan).Hasil penelitian menunjukan kemampuan menyimakl pretest dan posttest berbeda karena adanya perbedaan perlakuan. Pada pretes diberikan perlakuan menggunakan pembelajaran konvensional sedangkan pada postttest menggunakan model pembelajaran talking stick . nilai rata-rata pada pretest yaitu 55.36 dan nilai rata-rata post test yaitu 89.11 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pos test lebih tinggi dari hasil belajar pre test.Berdasrkan hasil uji hipotesis serta pembahasan dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran talking stick dan pembelajaran konvensional diantaranya dapat dilihat dari hasil pretest siswa yang diajarkan tanpa menggunakan model pembelajaran talking stick adalah 55.36. dan hasil posttest setelah diberi perlakuan pembelajaran menggunakan model pembelajaran talking stick adalah 89.11. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran talking stick tersebut terbukti memberikan pengaruh terhadap kemampuan menyimak siswa kelas III SD Inpres Kuanino 2 kota kupang.

Unduhan

Diterbitkan

2024-10-13