THE IMPLEMENTATION OF DIFFERENTIAL LEARNING IN 21ST CENTURY EDUCATION: EXPLORING STUDENT’S ENGAGEMENT AND LEARNING VARIATION
Kata Kunci:
Pembelajaran Diferensial, Instruksi Diferensiasi, Teori Penentuan Diri, Pembelajaran Abad ke-21, Pendidikan Bahasa InggrisAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pembelajaran diferensial dalam pendidikan abad ke-21 dan menguji bagaimana strategi ini memengaruhi motivasi dan keterlibatan siswa berdasarkan Teori Penentuan Diri (Self-Determination Theory/SDT). Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur dengan satu guru Bahasa Inggris dan siswa kelas delapan di SMP Negeri 13 Medan. Temuan menunjukkan bahwa guru menerapkan diferensiasi terutama pada dimensi proses melalui beragam metode pembelajaran, bimbingan sebaya, pengelompokan fleksibel, dan penyesuaian tingkat dukungan yang diberikan kepada siswa. Diferensiasi konten diimplementasikan secara fungsional melalui beragam media dan bantuan sebaya, meskipun tidak selalu selaras dengan tingkat kesiapan siswa. Sebaliknya, diferensiasi produk tidak diimplementasikan, karena semua siswa menyelesaikan tugas yang sama. Lingkungan belajar menunjukkan kehangatan, dukungan emosional, dan hubungan interpersonal yang positif, meskipun tetap relatif berpusat pada guru. Analisis SDT mengungkapkan bahwa kebutuhan psikologis siswa akan kompetensi dan keterkaitan sangat terpenuhi (35,3%), sedangkan otonomi menunjukkan tingkat pemenuhan yang lebih rendah (29,4%) karena pilihan tugas yang terbatas dan tidak adanya diferensiasi berbasis produk. Secara keseluruhan, pembelajaran diferensial memberikan kontribusi positif terhadap motivasi dan keterlibatan siswa, khususnya dalam kompetensi dan keterkaitan; Namun, otonomi masih perlu ditingkatkan melalui pilihan pembelajaran yang lebih luas dan penilaian berbasis produk yang lebih beragam.


