SATE BANDENG HJ. MARYAM SEBAGAI WARISAN KULINER DAN IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT SERANG-BANTEN
Kata Kunci:
Sate Bandeng, Kuliner Tradisional, Identitas Budaya, Pewarisan Tradisi, Serang-BantenAbstrak
Penelitian ini membahas Sate Bandeng Hj. Maryam sebagai warisan kuliner dan simbol identitas budaya masyarakat Serang, Banten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dan proses pewarisan tradisi pembuatan sate bandeng, nilai-nilai budaya yang terkandung dalam praktiknya, serta bentuk adaptasi dalam menghadapi modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode wawancara langsung dengan narasumber utama, Dea Rahmat, selaku penerus sekaligus pengelola usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pembuatan sate bandeng diwariskan secara turun-temurun, mengandung nilai kerja keras, amanah keluarga, transparansi, kebersamaan, serta penghormatan terhadap pelanggan. Selain itu, Sate Bandeng Hj. Maryam mampu bertahan melalui modernisasi dengan memanfaatkan media sosial, liputan televisi nasional, dan manajemen distribusi yang adaptif, tanpa meninggalkan metode produksi tradisional. Penelitian ini menegaskan bahwa sate bandeng bukan sekadar komoditas kuliner, tetapi juga representasi identitas budaya daerah yang perlu dilestarikan.


