METAFISIKA FILSAFAT DAN METAFISIKA DALAM TAFSIR IBNU ARABI

Penulis

  • Muhammad Zidni Ilman Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an (PTIQ) Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Metafisika, Wahdatul Wujud, Ibnuu ‘Arabi

Abstrak

Metafisika, adalah salah satu cabang filsafat, yaitu yang membahas tentang segala sesuatu yang bersifat fundamental. Metafisika fisika itu muncul karena adanya refleksi filosofis atas temuan-temuan fisika modern—khususnya fisika kuantum dan kosmologi—mereka memunculkan berbagai macam pertanyaan tentang hakikat realitas, ruang, waktu, kausalitas, dan keberadaan. Sementara itu, apabila kita mendengar Ibnu Arabi, maka kita akan terbawa terhadap ramainya manusia yang mengatakan bahwa ia adalah seorang sufi yang cukup fenomenal sekalius kontroversial. Ia seorang sufi yang memiliki kedalaman intelektual, spiritual yang sangat mumpuni dan juga memiliki pemikiran yang agak berbeda dengan para sufi pada masanya. Pemikiran yang sering ia bahas ialah terkait dengan persoalan ketuhanan, teori yang seolah menjadi bagiam melekat dalam dirinya yaitu konsep wahdat al wujud. Konsep tersebut ia maksudkan sebagai peng-esaan atas wujud Tuhan. Tentu bukan hanya sebatas teori semata, ini berangkat dari pengalaman spiritual beliau, sehingga sangat mempengaruhi bagaimana beliau melakukan penafsiran terhadap Al-Qur’an dengan secara esoteris (batin) Al Qur’an,  yaitu menekankan kesatuan wujud (wahdat al-wujud).  Penelitian ini ditulis dengan menggunakan metodologi  kepustakaan (library research) yaitu mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur. Setelah data yang ada terkumpul, untuk memperoleh kesimpulan yang tepat maka penulis menerapkan metode deskriptif-analitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan konsep yang ada pada metafisika dalam fisika dengan metafisika tafsir Ibnu ‘Arabi, agar kita mampu memahami persamaan dan perbedaan dari keduanya tentang hakikat realitas, wujud, dan keberadaan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-13