PERAN KPAD KOTA PONTIANAK DALAM KONSELING KELUARGA UNTUK MENINGKATKAN HUBUNGAN ORANG TUA DAN ANAK DI ERA KRISIS ATTACHMENT"
Kata Kunci:
Krisis Attachment, Keterikatan Emosional, Konseling Keluarga, KPAD Kota Pontianak, Pola Asuh Positif, Komunikasi Empatik, Hubungan Orang Tua-AnakAbstrak
Krisis keterikatan emosional (attachment) antara orang tua dan anak semakin sering terjadi pada era modern akibat perubahan sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi. Kondisi ini menimbulkan masalah psikososial seperti melemahnya komunikasi, kurangnya kehangatan emosional, hingga konflik keluarga. Dalam konteks ini, KPAD Kota Pontianak berperan penting melalui layanan konseling keluarga yang bertujuan memulihkan serta memperkuat hubungan orang tua dan anak. Penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kasus ini mengungkapkan bahwa KPAD berperan sebagai fasilitator, mediator, dan edukator. Sebagai fasilitator, KPAD menyediakan ruang aman bagi keluarga untuk berdialog. Sebagai mediator, KPAD membantu menyatukan perbedaan pandangan orang tua dan anak, khususnya terkait nilai, kebebasan, dan penggunaan teknologi. Sebagai edukator, KPAD memberikan penyuluhan tentang pola asuh positif, komunikasi empatik, dan pentingnya kehadiran emosional orang tua. Efektivitas konseling ditentukan oleh keterbukaan keluarga, kompetensi konselor, serta dukungan sosial. Namun, KPAD masih menghadapi kendala seperti keterbatasan tenaga profesional, stigma masyarakat, dan rendahnya literasi keluarga tentang attachment. Meski demikian, program KPAD terbukti mampu memperbaiki komunikasi, mengurangi konflik, dan memperkuat ikatan emosional keluarga. Peran KPAD Pontianak strategis dalam menjawab krisis attachment, baik melalui pemulihan maupun pencegahan disfungsi keluarga. Penguatan kapasitas lembaga, kerja sama dengan sekolah dan komunitas, serta kampanye edukasi publik menjadi langkah penting. Praktik ini dapat menjadi model layanan konseling berbasis komunitas yang relevan untuk diterapkan di berbagai daerah di Indonesia


