ANALISIS DAMPAK PENAMBAHAN JALUR SEPEDA TERHADAP LALU LINTAS DI JALAN JENDERAL SUDIRMAN KOTA MEDAN
Kata Kunci:
Jalur Sepeda, PKJI 2014, Kapasitas Jalan, Tingkat PelayananAbstrak
Kemacetan lalu lintas di Kota Medan semakin meningkat akibat pertumbuhan kendaraan bermotor yang pesat, khususnya pada ruas Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan salah satu koridor utama kota. Pemerintah berencana menambahkan jalur khusus sepeda untuk mendorong transportasi berkelanjutan, namun kebijakan ini berpotensi mengurangi lebar efektif jalan dan memengaruhi kapasitas serta kinerja lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penambahan jalur sepeda terhadap volume lalu lintas, kapasitas jalan, dan tingkat pelayanan (Level of Service/LOS) pada ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan. Penelitian dilakukan pada segmen sepanjang 500 meter, mulai dari depan Pos Polisi dekat Taman Ahmad Yani hingga Jalan Pangeran Diponegoro. Data primer yang dikumpulkan meliputi data geometrik jalan, volume lalu lintas, dan hambatan samping, yang diperoleh melalui survei lapangan selama tiga hari (Senin, Sabtu, dan Minggu) dari pukul 08.00–18.00 WIB. Analisis kapasitas dilakukan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014) dengan menghitung kapasitas dasar (Co), faktor penyesuaian lebar lajur, hambatan samping, ukuran kota, dan pemisahan arah. Tingkat pelayanan dianalisis menggunakan rasio V/C (Volume to Capacity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum adanya jalur sepeda, kapasitas jalan adalah 2.726 skr/jam dengan rata-rata V/C sebesar 0,079 (LOS A). Setelah penambahan jalur sepeda selebar 1,5 meter yang mengurangi lebar lajur efektif dari 7,6 m menjadi 6,1 m, kapasitas menurun menjadi 2.371,62 skr/jam. Namun, tingkat pelayanan masih berada pada kategori A dengan rata- rata V/C sebesar 0,094, yang menunjukkan arus lalu lintas tetap stabil dan tidak terjadi gangguan signifikan. Hambatan samping tertinggi terjadi pada aktivitas pejalan kaki dan kendaraan keluar- masuk hotel serta perkantoran di sekitar lokasi penelitian. Secara keseluruhan, penambahan jalur sepeda pada Jalan Jenderal Sudirman dinilai masih layak dan aman untuk diterapkan karena tidak menurunkan tingkat pelayanan jalan secara signifikan. Jalur sepeda ini dapat menjadi alternatif transportasi yang mendukung konsep kota berkelanjutan, namun diperlukan pengelolaan hambatan samping dan peningkatan kesadaran pengguna jalan untuk memaksimalkan manfaatnya.


