EVALUASI KINERJA LAYANAN ANGKUTAN PENUMPANG BUS RAPID TRANSIT KORIDOR K2 RUTE JCITY-MEDAN FAIR DALAM MENDUKUNG TRANSPORTASI BERKELANJUTAN DI KOTA MEDAN

Penulis

  • Ziaul Fahmi Universitas Islam Sumatera Utara Penulis

Kata Kunci:

Bus Rapid Transit (BRT), Angkutan Pengumpan, Kinerja Operasional, Transportasi Berkelanjutan, Kota Medan

Abstrak

Evaluasi kinerja layanan angkutan pengumpan Bus Rapid Transit (BRT) Koridor K2 rute J City – Medan Fair dalam mendukung transportasi berkelanjutan di Kota Medan, evaluasi dilakukan dengan mengacu pada indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, meliputi faktor muat (Load Factor), waktu antara (Headway), frekuensi kedatangan bus, waktu sirkulasi, serta kondisi dan fasilitas halte. Data yang digunakan berasal dari hasil survei primer melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pengguna serta operator, serta data sekunder dari Dinas Perhubungan Kota Medan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional angkutan pengumpan Koridor K2 belum sepenuhnya memenuhi standar. Frekuensi kedatangan bus masih di bawah 10 bus per jam dan waktu antarbus (Headway) melebihi batas standar yang ditetapkan. Nilai faktor muat (Load Factor) rata- rata sebesar 0,56 pada hari Sabtu dan 0,62 pada hari Senin, yang menunjukkan kapasitas masih tergolong rendah. Selain itu, kondisi halte pada koridor ini belum memadai dari sisi aksesibilitas, kenyamanan, dan keamanan, karena sebagian besar belum dilengkapi fasilitas ramah disabilitas, papan informasi digital, CCTV, serta tempat duduk yang layak. Secara keseluruhan, layanan angkutan pengumpan pada Koridor K2 masih memerlukan peningkatan signifikan agar dapat berkontribusi optimal terhadap pencapaian sistem transportasi berkelanjutan yang aman, efisien, dan inklusif sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-11 tentang “Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. 

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-13