INTERNALISASI NILAI SALING MENGHORMATI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT MAJEMUK DI KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR
Kata Kunci:
Nilai Saling Menghormati, Masyarakat Majemuk, Internalisasi Nilai, Toleransi, Empati, Keterbukaan, Pendidikan Agama Kristen (PAK), Pendidikan KarakterAbstrak
Indonesia sebagai bangsa multikultural menghadapi tantangan nyata berupa potensi konflik sosial akibat rendahnya penghargaan terhadap perbedaan. Dalam konteks ini, nilai saling menghormati menjadi fondasi penting bagi terciptanya kohesi sosial di tengah masyarakat majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna nilai saling menghormati, proses internalisasinya, serta faktor-faktor yang mendukung internalisasi nilai tersebut dalam kehidupan sosial, khususnya melalui Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan dan dianalisis melalui teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai saling menghormati berkaitan erat dengan toleransi, empati, dan keterbukaan sebagai satu kesatuan nilai sosial. Internalisasi nilai ini berlangsung melalui peran keluarga, sekolah (PAK sebagai pendidikan karakter dan multikultural), tokoh agama, serta budaya lokal seperti gotong royong dan musyawarah. Selain itu, pendidikan karakter sejak dini, keteladanan guru, pemanfaatan media sosial secara bijak, dan lingkungan sosial yang inklusif menjadi faktor pendukung utama keberhasilan internalisasi. Dengan demikian, internalisasi nilai saling menghormati merupakan kebutuhan mendesak dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan inklusif di tengah keberagaman.


