MUHKAM DAN MUTASYABIH DALAM AL-QUR'AN: KAJIAN KONSEPTUAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP METODOLOGI PENAFSIRAN BERDASARKAN QS. ALI IMRAN AYAT 7

Penulis

  • Selpiana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Penulis
  • Awaliah Musgamy Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Penulis
  • M. Rusdi T Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Penulis

Kata Kunci:

Muhkam, Mutasyabih, QS. Ali Imran: 7, Metodologi Tafsir, 'Ulumul Qur'an

Abstrak

Kajian ini menelaah dimensi konseptual muhkam dan mutasyabih dalam al-Qur'an dengan bertumpu pada QS. Ali Imran ayat 7, serta menganalisis dampaknya terhadap metodologi penafsiran. Dorongan utama penelitian ini adalah menutup celah dalam literatur yang selama ini lebih banyak membahas aspek definisi ketimbang implikasi metodologisnya. Dengan rancangan library research kualitatif-deskriptif, data dikumpulkan secara sistematis dari jurnal ilmiah terindeks berverifikasi DOI dan sumber primer klasik, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Tiga temuan utama dihasilkan: ayat-ayat muhkam berfungsi sebagai umm al-kitab yang menjadi jangkar hermeneutis seluruh teks al- Qur'an; polemik ulama seputar kapasitas al-rasikhun fi al-'ilm dalam mengakses ta'wil ayat mutasyabih mencerminkan jurang epistemologis yang mendasar; serta distingsi muhkam-mutasyabih berpengaruh langsung terhadap empat metodologi tafsir utama tahlili, ijmali, maudhu'i, dan muqaran. Penelitian ini menawarkan pendekatan tawazun sebagai posisi epistemologis paling dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai kajian berbasis pustaka, temuan ini dibatasi oleh cakupan literatur yang tersedia dan belum mencakup validasi empiris berbasis lapangan. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji efektivitas kerangka tawazun dalam praktik pendidikan tafsir di berbagai konteks lembaga Islam.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-13