RELASI BAHASA, PIKIRAN DAN REALITAS SOSIAL: TINJAUAN FILSAFAT BAHASA
Kata Kunci:
Filsafat Bahasa, Bahasa dan Realitas SosialAbstrak
Bahasa merupakan fenomena fundamental yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium pembentukan pikiran dan realitas sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara bahasa, logika, pikiran, serta realitas sosial dalam perspektif filsafat bahasa dan mengungkap implikasi filosofisnya bagi kehidupan manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, menelaah literatur filsafat bahasa, buku dan jurnal relevan, serta melakukan analisis deskriptif-analitis dan reflektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa, logika dan pikiran memiliki keterkaitan yang tidak terpisahkan dalam proses berpikir dan berbahasa. Bahasa memungkinkan konsep dan pengetahuan diartikulasikan, dipahami dan diwariskan. Dalam konteks sosial, bahasa bersifat arbitrer dan dikonstruksi melalui interaksi sosial, sehingga makna dapat berbeda dan dipengaruhi oleh kekuasaan serta konteks sosial. Sapir–Whorf menegaskan struktur bahasa membentuk cara pandang, Bourdieu menyoroti bahasa sebagai modal simbolik yang memengaruhi legitimasi sosial dan Habermas menekankan diskursus rasional untuk mencapai konsensus. Implikasi filosofisnya menuntut kesadaran kritis dan etika komunikasi dalam menghadapi era post-truth.


