EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT REKAM PAJAK (TAPPING BOX) DAN TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK RESTORAN DENGAN GENDER SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BANYUASIN
Kata Kunci:
Tapping Box, Kepatuhan Wajib Pajak, Penerimaan Pajak Restoran, Gender, Tax Compliance TheoryAbstrak
Digitalisasi sistem perpajakan telah mengubah mekanisme pengawasan dan pemungutan pajak daerah di Indonesia. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh efektivitas penggunaan alat rekam pajak (Tapping Box) dan tingkat kepatuhan wajib pajak terhadap penerimaan pajak restoran, dengan menggunakan Tax Compliance Theory sebagai landasan teoretis. Selain itu, penelitian ini mengevaluasi peran gender sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling dengan 41 responden wajib pajak restoran yang telah menggunakan Tapping Box minimal tiga tahun di Kabupaten Banyuasin. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Tapping Box (β=0,445, p=0,000) dan kepatuhan wajib pajak (β=0,382, p=0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak restoran. Namun, gender tidak terbukti memoderasi kedua hubungan tersebut secara signifikan (GxETB: β=0,104, p=0,274; GxKWP: β=-0,111, p=0,238). Meskipun demikian, ditemukan bahwa gender memiliki pengaruh langsung yang kuat terhadap penerimaan pajak restoran (β=0,513, p=0,000). Temuan penelitian ini berkontribusi terhadap optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan teknologi pengawasan dan peningkatan kepatuhan wajib pajak.


