AUTOKRITIK SAYYID QUTUB TERHADAP HUKUM DALAM POLITIK MODERN

Penulis

  • Kurnia Budiarti UIN Sultan Syarif Kasim Riau Penulis
  • Evi Damayanti UIN Sultan Syarif Kasim Riau Penulis
  • Afrizal Nur UIN Sultan Syarif Kasim Riau Penulis
  • Rahman UIN Sultan Syarif Kasim Riau Penulis

Kata Kunci:

Keadilan, Politik, Modern

Abstrak

Sebagai landasan utama dalam sistem hukum Islam, al-Qur’an mengandung nilai-nilai esensial yang mencakup berbagai bidang kehidupan, termasuk didalamnya aspek politik. Diantara ayat al-qur’an yang menekankan pentingnya nilai integritas dan keadilan sebagai pondasi dalam praktik berpolitik adalah surah al-baqarah ayat 188 sekaligus mengandung arahan moral terhadap penyelenggaraan kekuasaan yang bersih dan adil. Kondisi krisis kepercayaan terhadap sistem politik semakin terlihat nyata pada saat ini. Hal ini ditandai dengan adanya kemunculan ketidakadilan dalam dunia politik yang berdampak pada sistem hukum yang telah diterapkan dan cenderung menjauh dari prinsip keadilan. Karena idealnya, hukum seharusnya disusun dengan mengutamakan prinsip keadilan. Dalam kondisi seperti ini, nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an hendaknya dikaji kembali sebagai landasan normatif dalam merumuskan sistem politik yang lebih berkeadilan. Dalam surah al-baqarah ayat 188 ini memiliki keterkaitan yang sangat signifikan dengan dinamika kontemporer kerena menggarisbawahi urgensi pembangunan sistem politik yang berlandaskan keadilan dan tidak merugikan pihak lainnya. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta menggunakan studi kepustakaan (Library research) sebagai kerangka utama dalam menelaah data-data teoritis dan konseptual yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Sayyid Qutub sebagai mufassir kontemporer yang berpandangan ideologis menafsirkan surah al-baqarah ayat 188 dalam kitab tarsir fi zhilalil qur’an sebagai kritik terhadap struktur sosial politik yang tidak berlandaskan prinsip syariat Islam. Penafsiran tersebut memiliki relevansi yang tinggi terhadap politik modern, termasuk dalam penguasaan sumber daya alam secara tidak adil.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-13