PENGARUH KAPASITAS APARATUR DESA TERHADAP EFEKTIVITAS PEMANFAATAN DANA DESA PADA PROGRAM KETAHANAN PANGAN
Kata Kunci:
Kapasitas Aparatur Desa, Dana Desa, Ketahanan Pangan, Transparansi, Akuntabilitas, Partisipasi PublikAbstrak
Pemanfaatan Dana Desa sebagai instrumen pembangunan pedesaan untuk mendukung ketahanan pangan membutuhkan kapasitas aparatur desa yang memadai agar tata kelola pembangunan dapat berlangsung efektif, akuntabel, dan berkelanjutan. Kapasitas aparatur desa mencakup kompetensi pada aspek perencanaan partisipatif, pengelolaan keuangan desa, transparansi, akuntabilitas, serta kemampuan untuk menjalin kolaborasi multi-aktor dalam mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kapasitas aparatur desa terhadap efektivitas pemanfaatan Dana Desa dalam program ketahanan pangan di Kabupaten Rokan Hulu. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan perangkat desa dan penerima manfaat, serta analisis dokumentasi rencana dan realisasi program Dana Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa dengan aparatur yang memiliki kapasitas lebih tinggi terutama dalam perencanaan partisipatif, transparansi pengelolaan keuangan, dan kolaborasi dengan masyarakat cenderung menunjukkan tingkat efektivitas pemanfaatan Dana Desa yang lebih baik, terbukti dengan ketepatan sasaran program, kualitas pelaksanaan, serta keberlanjutan kegiatan ketahanan pangan di tingkat desa. Selain itu, penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam pengelolaan Dana Desa terbukti memperkuat tata kelola keuangan desa serta meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat terhadap program (Anirwan & Irawansyah, 2022; Susanti & kawan-kawan, 2025). Sebaliknya, di desa dengan kapasitas aparatur yang rendah ditemukan kendala seperti dokumentasi keuangan yang buruk, kurangnya akses masyarakat terhadap informasi, serta partisipasi warga yang minimal, sehingga pemanfaatan Dana Desa kurang optimal hasil yang sejalan dengan penelitian di Nagari Limo Kaum yang menunjukkan bahwa rendahnya transparansi dan partisipasi masyarakat membatasi kontribusi Dana Desa terhadap kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan penguatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan teknis dan manajerial, peningkatan aksesibilitas dan transparansi informasi keuangan desa, serta pengembangan mekanisme partisipatif dan kolaboratif bersama masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program ketahanan pangan berbasis Dana Desa dan mewujudkan pembangunan pedesaan yang inklusif serta berkelanjutan.


