METODE PENEMUAN HUKUM DALAM YURISPRUDENSI SERTIFIKAT GANDA SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN MAFIA TANAH
Kata Kunci:
Penemuan Hukum, Yurisprudensi, Mafia Tanah, Sertifikat GandaAbstrak
Permasalahan sertifikat ganda merupakan salah satu bentuk sengketa pertanahan paling kompleks di Indonesia yang sering dimanfaatkan oleh mafia tanah melalui manipulasi administrasi, pemalsuan dokumen, hingga kolusi dalam proses pendaftaran tanah. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidakpastian hukum, tetapi juga merugikan rakyat yang kehilangan hak kepemilikan meskipun telah memegang sertifikat yang secara formil sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode penemuan hukum (rechtsvinding) yang digunakan oleh Hakim dalam menciptakan Yurisprudensi Nomor 5/Yur/Pdt/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus (case approach), serta pendekatan konseptual. Data diperoleh dari putusan pengadilan yang telah menjadi yurisprudensi tetap, literatur akademik, dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hakim menggunakan 4 (empat) metode dalam menciptakan Yurisprudensi Nomor 5/Yur/Pdt/2018 yang kaidah hukumnya memberikan perlindungan hukum bagi pemegang sertifikat (SHM) yang terbit lebih dahulu. Dengan demikian, yurisprudensi tidak hanya mengisi kekosongan norma namun juga memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat korban mafia tanah.


