ANALISIS POTENSI KEBANGKRUTAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN-Z SCORE, SPRINGATE DAN ZMIJEWSKI PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI SUBSEKTOR MINYAK, GAS DAN BATU BARA PERIODE 2020/2022 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Penulis

  • Faradila Universitas Negeri Makassar Penulis
  • Masnawaty Sangkala Universitas Negeri Makassar Penulis
  • Samsinar Universitas Negeri Makassar Penulis

Kata Kunci:

Analisis Kebangkrutan, Model Altman Z-Score, Springate, Zmijeski

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Potensi Keangkrutan dengan Menggunakan Metode Altman-Z Score, Springaate dan Zmijeski pada Perusahaan Sektor Energi Subsektor Minyak, Gas dan Batu Bara Periode 2020/2022. Variabel dalam penelitian ini adalah Analisis Kebangkrutan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor energi subsektor minyak, gas dan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek periode 2020/2022 sebanyak 69. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 21 perusahaan yang memenuhi kriteria dan dijadikan sampel. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan alat analisis kebangkrutan dengan 3 model yakni, Altman Z-Score, Springate dan Zmijewski. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan yang secara konsisten dinyatakan sehat dalam kurun waktu tahun 2020 sampai 2022 oleh kedua model springathe dan zmijewski terdapat 6 perusahaan. Perusahaan tersebut adalah Mitra Energi Persada (KOPI), Radiant Utama Interisco Tbk (RUIS), Super Energy Tbk (SURE), Transcoal Pasific Tbk (TCPI), Ulima Nitra Tbk (UNIQ) dan Ginting Jaya Eneregi Tbk (WOWS). Sementara itu berdasarakan model Altman dan zmijewski terdapat 1 perusahaan yang tidak mengalami kebangkrutan, yakni perusahaan SGER. Selebihnya model Springate dan zmijewski menunjukkan pola yang cenderung fluktuatif. Perubahan status ini mencerminkan ketidakstabilan dalam kondisi keuangan perusahaan yang diukur. Variabel yang bervariasi sebagai alat ukur untuk menganalisis kebangkrutan ini menyebabkan hasil analisis kebangkrutan dari masing-masing perusahaan berbeda. Hal ini disebabkan dari ketiga model tersebut mengalami perbedaan baik dari segi variabel, koefisien maupun rumus yang digunakan

Unduhan

Diterbitkan

2024-10-13