KINERJA BELANJA DESA SEBAGAI DETERMINAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN/KOTA SE-PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Kata Kunci:
Belanja Desa Bidang Penyelenggaraan Pemeritah Desa, Belanja Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, Belanja Desa Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa,, Indeks Pembangunan ManusiaAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Gambaran Kinerja Belanja Desa dan Belanja desa Di bidang penyelenggaraan pemerintah desa, Belanja bidang pelaksanaan pembangunan desa, belanja bidang pembinaan kemasyarakatan, dan bidang pemberdayaan masyarakat desa. 2) Belanja Desa di bidang penyelenggaraan pemerintah desa berpengaruh signifikan terhadap indeks pembangunan manusia. 3) Belanja desa di bidang pelaksanaan pembangunan desa berpengaruh signifikan terhadap indeks pembangunan manusia.4) belanja desa bidang pembinaan kemasyarakatan berpengaruh signifikan terhadap indeks pembangunan manusia. 4) Belanja Bidang Pembinaan Kemasyarakatan berpengaruh signifikan terhadap indeks pembangunan manusia. 5) Belanja Bidang Pemberdayaan Masyarakat desa berpengaruh signifikan terhadap indeks Pembangunan Manusia. 6) Belanja desa di bidang penyelenggaraan pemerintah desa, belanja desa di bidang pelaksanaan pembangunan desa, belanja desa di bidang pembinaan kemasyarakatan, dan belanja desa di bidang pemberdayaan masyarakat desa secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sampel penelitian ini adalah 19 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan Data Indeks Pembangunan Manusia dan Data Belanja desa yang digunakan dari tahun 2021-2023. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan analisis statistik deskriptiif dan inferensial menggunakan aplikasi Eviews12. Hasil analisis penelitian desktiptif menunjukkan bahwa pada 19 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam penelitian ini suda memenuhi kriteria dalam penelitian, karena seluruh data Belanja desa telah lolos asumsi klasik multikolineariras hasil pengujian juga menunjukkan bahwa seluruh data data model penelitian ini tidak mengalami masalah multikolinaritas, pada uji asumsi klasik heterokedastisitas hasil pengujian menunjukan bahwa seluruh data penelitian tidak mengalami masalah heterokedastisitas, begitu juga dengan uji asumsi klasik pada uji asumsi klasik normalitas yang mana hasil pengujian menunjukan bahwa seluruh data berdistribusi normal dan pada uji asumsi klasik autokorelasi hasil pengujian menunjukan bahwa seluruh data dalam penelitian ini tidak terjadi autokorelasi. Hasil analisis inferensial secara parsial menunjukkan bahwa belanja bidang penyelenggaraan pemerintah desa berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, belanja bidang pelaksanaan pembangunan desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, belanja bidang pembinaan kemasyarakatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, belanja bidang pemberdayaan masyarakat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia. Nilai R Squard menunjukkan bahwa kontribusi belanja bidang penyelenggaraan pemerintah desa, belanja bidang pelaksaann pembanunan desa, belanja bidang pembinaan kemasyarakatan, belanja bidang pemberdayaan masyarakat desa terhadap indeks pembangunan manusia sebesar 39,56%, sedangkan sisanya 60,44% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteliti.


