PENGARUH PENERAPAN AKUNTANSI AKRUAL TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN BANK SYARIAH
Kata Kunci:
Akuntansi, Akrual, Syariah, TransparansiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan akuntansi akrual terhadap kualitas laporan keuangan pada bank syariah di Indonesia. Perkembangan industri perbankan syariah menuntut tersedianya laporan keuangan yang memiliki kualitas tinggi, baik dari sisi relevansi, keandalan, keterbandingan, maupun ketepatwaktuan. Salah satu praktik penting untuk mencapai kualitas tersebut adalah penerapan akuntansi akrual, yang mengakui transaksi pada saat terjadi, bukan ketika kas diterima atau dibayarkan. Meskipun akuntansi akrual telah menjadi standar universal dalam penyajian laporan keuangan, implementasinya pada bank syariah memiliki tantangan tersendiri karena harus selaras dengan prinsip-prinsip syariah dan karakteristik akad yang berbeda dengan bank konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur terhadap publikasi ilmiah lima tahun terakhir (2019–2024) yang membahas hubungan antara basis akrual dan kualitas laporan keuangan di lembaga keuangan syariah. Temuan menunjukkan bahwa penerapan akuntansi akrual secara konsisten berpengaruh positif terhadap peningkatan kualitas laporan keuangan. Hal ini tercermin dari meningkatnya transparansi, pencatatan pendapatan dan beban yang lebih akurat sesuai periode terjadinya, dan pengungkapan yang lebih lengkap mengenai hak dan kewajiban yang belum direalisasi. Selain itu, basis akrual membantu bank syariah memberikan gambaran keuangan yang lebih realistis, terutama terkait pendapatan berbasis akad murabahah, mudharabah, dan ijarah yang memiliki pola pengakuan berbeda. Meskipun demikian, beberapa penelitian mencatat adanya kendala seperti kurangnya pemahaman SDM, kompleksitas pengakuan pendapatan syariah, dan kebutuhan penyesuaian sistem informasi akuntansi. Secara keseluruhan, hasil kajian menunjukkan bahwa semakin baik penerapan akuntansi akrual, semakin tinggi pula kualitas laporan keuangan bank syariah. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi akuntan syariah, penguatan regulasi, dan penggunaan sistem pencatatan berbasis teknologi sangat diperlukan untuk mendukung penerapan akrual secara optimal


