IMPLEMENTASI METODE HIKMAH DAN MAU’IDHAH HASANAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM: PENDEKATAN RASIONAL DAN EMOSIONAL BERDASARKAN QS. AN-NAHL AYAT 125

Penulis

  • Choirul Astrian Saputra Universitas Islam Jakarta Penulis
  • Mercy Emilia Saleh Universitas Islam Jakarta Penulis
  • Irvan Irvan Trisno Susandi Universitas Islam Jakarta Penulis
  • Atabik Lutfi Universitas Islam Jakarta Penulis
  • Marhadi Muhayar Universitas Islam Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Hikmah, Mau’idhah Hasanah, Pendidikan Islam, Pendekatan Rasional, Pendekatan Emosional

Abstrak

QS. An-Nahl ayat 125 menampilkan tiga cara utama mengajak manusia ke jalan Allah, yaitu melalui hikmah, mau’idhah hasanah, dan mujadalah billati hiya ahsan. Dua cara pertama sangat dekat dengan dunia kelas, karena menyentuh cara berpikir dan perasaan peserta didik sekaligus. Artikel ini bertujuan menggambarkan bagaimana guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengimplementasikan metode hikmah dan mau’idhah hasanah dalam pembelajaran, serta bagaimana keduanya membentuk pendekatan rasional dan emosional di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus pada salah satu sekolah/madrasah menengah Islam. Data dikumpulkan melalui observasi beberapa kali pertemuan PAI, wawancara mendalam dengan guru PAI dan beberapa peserta didik, serta telaah dokumen berupa RPP dan program keagamaan sekolah. Data dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hikmah tampak pada penjelasan guru yang runtut, logis, dan dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari peserta didik, serta adanya ruang tanya jawab dan diskusi. Metode mau’idhah hasanah terlihat dalam nasihat yang disampaikan dengan bahasa yang halus, penggunaan kisah teladan, dan keteladanan sikap guru di dalam maupun di luar kelas. Perpaduan keduanya menciptakan suasana belajar yang membantu peserta didik memahami ajaran Islam secara rasional sekaligus menggerakkan aspek emosional dan akhlaknya. Penelitian ini menguatkan bahwa QS. An-Nahl ayat 125 dapat dijadikan dasar metodologis pembelajaran PAI yang berimbang antara penguatan akal dan pembinaan hati.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-13