PEMAHAMAN HAID DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN SAINS: STUDI TENTANG FIQIH DAN KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN
Kata Kunci:
Haid, Fiqih, Kesehatan Reproduksi, Islam Dan SainsAbstrak
Haid adalah fenomena biologis yang dialami oleh perempuan sebagai bagian dari sistem reproduksi, dan memiliki dimensi hukum Islam yang dijabarkan secara rinci dalam fiqh. Tujuan artikel ini adalah menganalisis haid dari perspektif Islam dan sains, dengan penekanan pada integrasi pengetahuan fiqih dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi perempuan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (kepustakaan) dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis sumber-sumber klasik fiqih, literatur medis, dan literatur kontemporer yang berkaitan dengan menstruasi. Temuan studi ini menunjukkan bahwa, dari sudut pandang fiqih, haid dipandang sebagai keluarnya darah secara alami dari rahim perempuan dalam situasi saat ini, yang memiliki implikasi terhadap pelaksanaan ibadah seperti shalat, puasa, dan hubungan suami istri. Al-Qur'an, hadis, dan ijtihad merupakan dasar bagi kategori darah (haid, nifas, dan istihadhah), serta durasi minimal dan maksimal usia. Namun, dari perspektif sains, haid digambarkan sebagai komponen siklus menstruasi yang dipengaruhi oleh perubahan hormonal, terutama estrogen dan progesteron, yang terlibat dalam proses ovulasi dan persiapan kehamilan. Pendidikan kesehatan reproduksi juga menekankan pentingnya memahami siklus menstruasi, mencegah gangguan, dan menjaga kebersihan. Integrasi antara perspektif Islam dan sains menyoroti pentingnya memahami haid sebagai proses biologis dan spiritual. Pemahaman yang tepat mengenai fiqh dapat diperkuat dengan pengetahuan medis, sehingga perempuan dapat memahami tidak hanya aspek hukumnya, tetapi juga aspek kesehatannya secara menyeluruh.


