PERAN GUSDUR DALAM MENINGKATKAN TOLERANSI HIDUP BERAGAMA
Kata Kunci:
Multikultural, Kaum Mayoritas, Kaum Minoritas Dan DialogAbstrak
Indonesia merupakan negara yang multi-kultural. Terdapat berbagai macam budaya, agama, suku dan ras. Dalam kebersamaan tersebut, sikap saling merendahkan merupakan suatu hal yang tidak dapat dielakkan. Kecenderungan untuk saling menegasi satu sama lain merupakan problem yang tidak dapat dihindarkan. Rivalitas antara mayoritas dan minoritas sangat tinggi. Dengan demikian, keinginan untuk mencari siapa yang kuat dan siapa yang lemah merupakan fakta yang sulit dihilangkan. Dalam situasi seperti ini, setiap kelompok suku, agama dan ras pasti berusaha menampilkan diri sebagai kelompok yang ada dan selalu berusaha untuk mempertahankan diri. Dalam hal ini peran tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam kelompok sangat penting. Mereka adalah pengendali emosi masa. Mereka juga adalah penentu bagi kelompok untuk berani mengalah atau sebaliknya mencari cara sedemikian rupa dan melawan. Islam merupakan kelompok mayoritas di Indonesia. Pengaruh kelompok Islam menentukan seluruh pengambilan kebijakan. Sosok Gus Dur diangkat untuk mengatasi hal tersebut. Gusdur merupakan seorang tokoh yang lahir dan dibesarkan dalam kelompok ini. Ia merupakan teladan bagi toleransi umat beragama. Ia adalah seorang Islam yang bisa dijadikan panutan untuk kedepannya.


