FENOMENA ALAM DALAM AL-QUR’AN: PERSPEKTIF SAINS
Kata Kunci:
Al-Qur’an, Sains, Fenomena Alam, Tafsir Ibnu Katsir, Ayat KauniyahAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena alam yang terdapat dalam Al-Qur’an dengan cara menggabungkan penafsiran agama dan sudut pandang ilmu pengetahuan modern. Al-Qur’an sebagai wahyu dari Tuhan tidak hanya berfungsi sebagai panduan spiritual, tetapi juga mengandung ayat yang berkaitan dengan berbagai fenomena alam. Metode yang diterapkan dalam studi ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian pustaka, yang mengambil data utama dari Al-Qur’an dan tafsir Ibnu Katsir, serta menggunakan literatur ilmiah sebagai data tambahan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, pembacaan, pencatatan, dan pengelompokan ayat yang berkaitan dengan fenomena alam, yang kemudian dianalisis dengan cara deskriptif-analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena alam seperti penciptaan alam semesta, ekspansi alam semesta, siklus air, peralihan siang dan malam, serta pergerakan matahari dan bulan telah dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagai tanda kebesaran Allah SWT. Tafsir Ibnu Katsir menyoroti aspek teologis dari ayat-ayat tersebut, sementara ilmu pengetahuan modern memberikan penjelasan empiris melalui teori-teori seperti Big Bang, ekspansi alam semesta, siklus hidrologi, rotasi dan revolusi bumi, serta sistem tata surya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang harmonis antara Al-Qur’an dan Sains, selama keduanya dipahami dalam konteks masing-masing. Al-Qur’an memberikan nilai dan makna, sedangkan sains menjelaskan mekanisme di balik fenomena tersebut. Dengan pendekatan yang integratif, penelitian ini tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga memperluas pengetahuan ilmiah, serta menunjukkan bahwa Al-Qur’an tetap relevan sepanjang waktu dan dapat menjadi sumber inspirasi dalam perkembangan ilmu pengetahuan.


