Perubahan Ritual Kuburan Tua (Jirat) Sebagai Kearifan Lokal Di Tanjung Medan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman

Penulis

  • Stevani Wulandari Institut Seni Indonesia Padangpanjang Penulis
  • Maulid Hariri Gani Institut Seni Indonesia Padangpanjang Penulis
  • Gusneli Institut Seni Indonesia Padangpanjang Penulis

Kata Kunci:

Kearifan Lokal, Kuburan Tua, Prosesi, Perubahan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prosesi ritual kuburan tua (jirat) dan menganalisis perubahan yang terjadi pada ritual jirat di Tanjung Medan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Ritual jirat merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun sebagai wujud penghormatan kepada leluhur sekaligus memperkuat hubungan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan tiga informan, yaitu tokoh adat, ketua pemuda, dan generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual jirat berkaitan dengan tradisi malapeh kawua padi yang sebelumnya dilaksanakan secara kolektif di kuburan tua. Namun, dalam perkembangannya, terjadi perubahan yang meliputi pergeseran lokasi pelaksanaan ke masjid sejak tahun 2001, perubahan pola dari kolektif menjadi lebih individual, serta menurunnya partisipasi generasi muda. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya pemahaman keagamaan, kekhawatiran terhadap anggapan syirik, serta pengaruh modernisasi dan budaya luar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan dalam ritual jirat merupakan bentuk adaptasi masyarakat terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian agar kearifan lokal ini tetap terjaga dan tidak hilang di masa mendatang.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-13