PENGARUH LITERASI DIGITAL, MOTIVASI BELAJAR, DAN GAYA BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMK NEGERI DI WILAYAH JAKARTA PUSAT
Kata Kunci:
Literasi Digital, Motivasi Belajar, Gaya Belajar, Berpikir Kritis, Pendidikan VokasiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital, motivasi belajar, dan gaya belajar terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri wilayah Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan metode kuesioner (angket) terhadap sampel sebanyak 122 peserta didik kelas XI kompetensi keahlian akuntansi yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis ditunjukkan oleh nilai thitung 2,350 > ttabel 1,980 dan signifikansi 0,020. (2) Motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dengan ditunjukkan oleh oleh nilai thitung 6,225 > ttabel 1,980 dan signifikansi 0,000. (3) Gaya belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dengan ditunjukkan oleh oleh nilai thitung 19,954 > ttabel 1,980 dan signifikansi 0,000. Berdasarkan hasil regresi linier berganda, literasi digital, motivasi belajar, dan gaya belajar secara simultan dengan nilai Fhitung 166,296 > Ftabel 2,683 dan signifikansi 0,000 dimana lebih kecil daripada nilai probabilitas yaitu 0,05 sehingga ketiga variabel tersebut berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,804 menunjukkan bahwa 80,4% variasi kemampuan berpikir kritis dipengaruhi oleh literasi digital, motivasi belajar, dan gaya belajar, sementara sisanya 19,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penguatan literasi digital, peningkatan motivasi belajar, serta penyesuaian gaya belajar dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di era digital.


