PEMERATAAN PENDIDIKAN BERKUALITAS DALAM PERSPEKTIF MUHAMMAD NUH DAN ABDUL MU'TI: KAJIAN KOMPARATIF ATAS GAGASAN DAN IMPLEMENTASI SEKOLAH RAKYAT SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN ALTERNATIF
Kata Kunci:
Pemerataan Pendidikan, Sekolah Rakyat, Muhammad Nuh, Abdul Mu’tAbstrak
Pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas masih menjadi tantangan di Indonesia, terutama bagi masyarakat marginal. Dalam konteks ini, muncul berbagai inisiatif pendidikan alternatif, salah satunya adalah Sekolah Rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gagasan dan implementasi Sekolah Rakyat sebagai solusi terhadap ketimpangan pendidikan, melalui perspektif dua tokoh pendidikan nasional, yaitu Muhammad Nuh dan Abdul Mu’ti. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana pandangan Muhammad Nuh dan Abdul Mu’ti mengenai pemerataan pendidikan berkualitas dan bagaimana penerapan Sekolah Rakyat dalam mewujudkan gagasan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan dan wawancara mendalam terhadap informan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Nuh menekankan pentingnya transformasi sistemik melalui kebijakan negara, sementara Abdul Mu’ti lebih menyoroti penguatan peran masyarakat sipil dan pendidikan berbasis nilai. Implementasi Sekolah Rakyat dinilai sejalan dengan gagasan keduanya, namun lebih menonjolkan pendekatan Abdul Mu’ti yang berbasis komunitas. Sekolah Rakyat mampu menjangkau masyarakat yang terpinggirkan dan memberikan pendidikan kontekstual serta inklusif. Kesimpulannya, Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan alternatif yang relevan dalam upaya pemerataan pendidikan berkualitas, terutama jika dikombinasikan dengan kebijakan strategis negara dan pemberdayaan masyarakat.


