MERAJUT TOLERANSI MELALUI DAKWAH ANTARA BUDAYA DILINGKUNGAN PERSATUAN ISLAM (PERSIS)
Kata Kunci:
Toleransi, Persatuan Islam (Persis), Dakwah, Keberagaman, Hidup RukunAbstrak
Penelitian ini membahas tentang bagaimana cara menumbuhkan dan menjaga sikap toleransi di lingkungan Persatuan Islam (Persis). Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa masyarakat Indonesia sangat beragam, baik dari segi agama, budaya, maupun pandangan hidup. Dalam kondisi seperti ini, sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan sangat dibutuhkan agar kehidupan sosial tetap rukun dan damai. Persis sebagai organisasi Islam yang berpegang pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, memiliki tantangan untuk tetap menjaga kemurnian ajaran agama sekaligus bersikap terbuka terhadap perbedaan di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana anggota Persis memahami makna toleransi, serta bagaimana sikap tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan dakwah, dan kegiatan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada para dai atau tokoh Persis di berbagai wilayah (kota, kabupaten, dan provinsi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap toleransi di lingkungan Persis tumbuh melalui tiga hal utama, yaitu: pemahaman agama yang seimbang dan tidak berlebihan, cara berdakwah yang lembut dan menghargai perbedaan, serta kegiatan sosial yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat. Walaupun begitu, masih ditemukan beberapa kendala seperti perbedaan pendapat di antara anggota dan pandangan yang cenderung tertutup pada sebagian kecil kelompok. Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa Persis berpotensi besar menjadi contoh organisasi Islam yang mampu menggabungkan keteguhan dalam beragama dengan semangat persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat yang beragam.


