ANALISA SIMPANG TAK BERSINYAL RUAS JALAN SUMARSONO DENGAN PINTU GERBANG TOL HELVETIA
Kata Kunci:
Simpang Tak Bersinyal, Kinerja Simpang, PKJI 2023, Derajat Kejenuhan, Tol HelvetiaAbstrak
Simpang ini memiliki karakteristik khusus karena merupakan titik temu antara arus lalu lintas lokal perkotaan dan arus kendaraan keluar–masuk tol, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan dan konflik arus lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja eksisting simpang tak bersinyal berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, dengan meninjau parameter kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan rata-rata, panjang antrean, serta potensi konflik lalu lintas. Metode penelitian meliputi survei primer volume kendaraan, pengamatan geometri simpang, serta analisis kuantitatif menggunakan pendekatan PKJI 2023 untuk menentukan Level of Service (LOS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpang Kapten Sumarsono – Tol Helvetia masih beroperasi dalam kondisi stabil dengan tingkat pelayanan C–D, dan derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,78 terjadi pada jam puncak sore hari. Nilai tundaan rata-rata berkisar antara 5,51–11,50 detik/kendaraan dengan panjang antrean maksimal 36 kendaraan. Faktor hambatan samping, keterbatasan median, dan ketiadaan trotoar berkontribusi terhadap penurunan efisiensi dan keselamatan simpang. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian merekomendasikan penerapan APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) dan penataan ulang geometri simpang sebagai upaya peningkatan kinerja lalu lintas.


