MODEL KOLABORASI PEMERINTAH, LEMBAGA AGAMA, DAN MASYARAKAT DALAM PERLINDUNGAN ANAK JALANAN UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN INKLUSIF

Penulis

  • Chicha Herwendi Universitas Kristen Indonesia Maluku Penulis

Kata Kunci:

Anak Jalanan, Pendidikan Inklusif, Perlindungan Anak, Kesejahteraan Sosial, Kolaborasi Multipihak

Abstrak

Fenomena anak jalanan merupakan salah satu persoalan sosial yang hingga kini masih menjadi tantangan dalam pembangunan manusia di Indonesia. Keberadaan anak jalanan tidak hanya dipengaruhi oleh kemiskinan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan lemahnya ketahanan keluarga, rendahnya akses terhadap pendidikan, kurang optimalnya perlindungan sosial, serta belum terbangunnya sinergi antarpemangku kepentingan dalam pemenuhan hak-hak anak. Kondisi tersebut menyebabkan anak jalanan mengalami berbagai bentuk kerentanan, seperti putus sekolah, eksploitasi ekonomi, kekerasan, dan marginalisasi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab munculnya anak jalanan di Kota Ambon, mengidentifikasi peran pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat dalam penanganannya, serta merumuskan model kolaboratif yang mendukung perlindungan anak dan pendidikan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan terdiri atas anak jalanan, orang tua, pemerintah daerah, tokoh agama, pengelola rumah singgah, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan, disintegrasi keluarga, rendahnya pendidikan, serta lemahnya perlindungan sosial merupakan faktor dominan yang mendorong anak berada di jalan. Penanganan yang dilakukan pemerintah masih berorientasi pada pembinaan jangka pendek, sedangkan lembaga agama dan masyarakat belum terintegrasi dalam sistem perlindungan anak. Penelitian ini menawarkan Model Kolaborasi 3P (Pemerintah–Lembaga Agama–Masyarakat) sebagai pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan perlindungan sosial, penguatan pendidikan, pemberdayaan keluarga, dan modal sosial lokal untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan anak jalanan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-13