IMPLEMENTASI MEDIA KOTAK BARA BERBASIS BUDAYA MELAYU DAN THINGLINK INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN KONSEP DIAGRAM BATANG PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SDN 066650 MEDAN
Kata Kunci:
Media Pembelajaran, Kotak Bara, Budaya Melayu, Thinglink, Diagram Bar, Sekolah DasarAbstrak
Pembelajaran matematika di sekolah dasar tidak hanya berfokus pada kemampuan berhitung, tetapi juga pada kemampuan peserta didik dalam memahami konsep, mengolah informasi, dan merepresentasikan suatu permasalahan secara matematis. Salah satu materi yang membutuhkan kemampuan representasi tersebut adalah penyajian data dalam bentuk diagram batang. Namun, pada praktik pembelajaran, peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan data numerik dengan bentuk visual diagram sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar secara konkret dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media Kotak Bara berbasis budaya Melayu dan ThingLink interaktif dalam pembelajaran konsep diagram batang pada peserta didik kelas IV SDN 066650 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN 066650 Medan yang mengikuti pembelajaran menggunakan media Kotak Bara dan ThingLink interaktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi kegiatan pembelajaran serta analisis hasil pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, pengorganisasian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media Kotak Bara berbasis budaya Melayu memberikan pengalaman belajar konkret yang membantu peserta didik memahami hubungan antara data dan representasi diagram batang. Integrasi unsur budaya Melayu dalam media memberikan konteks pembelajaran yang lebih dekat dengan lingkungan peserta didik sehingga konsep matematika menjadi lebih bermakna. Selain itu, penggunaan ThingLink interaktif memberikan penguatan pembelajaran melalui penyajian materi berbasis digital yang lebih visual dan menarik. Kombinasi media konkret dan digital menunjukkan bahwa perpaduan kearifan lokal dan teknologi pendidikan dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan pembelajaran matematika sekolah dasar yang lebih kontekstual dan inovatif.


