IMPLEMENTASI PAPAN TANGRAM MELAYU DALAM PEMBELAJARAN KOMPOSISI BANGUN DATAR BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK MELAYU DI UPT SD NEGERI 066650
Kata Kunci:
Papan Tangram Melayu, Komposisi Bangun Datar, Pendidikan Matematika Realistik, Etnomatematika, Sekolah DasarAbstrak
Pembelajaran komposisi bangun datar pada jenjang sekolah dasar membutuhkan pengalaman yang memungkinkan peserta didik mengamati, memanipulasi, menyusun, dan menjelaskan hubungan antarbentuk secara langsung. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Papan Tangram Melayu dalam pembelajaran komposisi bangun datar melalui pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Melayu (PMRM) pada siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 20 siswa kelas IV SD Negeri 066650. Pembelajaran dilaksanakan dalam satu pertemuan dengan alokasi waktu 2 × 35 menit. Data diperoleh melalui pengamatan proses pembelajaran, aktivitas siswa, hasil kerja pada LKPD, dan dokumentasi kegiatan. Pembelajaran menggunakan konteks Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar dan dilaksanakan melalui tahapan Hampa Masalah, Kombur, Kerja Bersamo, Manjolaskan Hasil Karojo, dan Sepokat. Hasil implementasi menunjukkan bahwa Papan Tangram Melayu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenali, menggeser, memutar, menggabungkan, dan mengubah susunan keping bangun datar untuk membentuk bagian rumah adat. Penggunaan satu papan Tangram secara bergantian mendorong siswa untuk berdiskusi, memberikan arahan, mengambil keputusan bersama, dan terlibat secara aktif dalam penyelesaian tugas kelompok. Setelah melakukan eksplorasi, siswa dapat menghubungkan pengalaman menyusun beberapa bangun datar dengan konsep komposisi. Penggunaan Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar juga menjadikan konsep matematika lebih dekat dengan konteks budaya sehingga kegiatan penyusunan tidak terlepas dari lingkungan yang dapat diamati siswa. Implementasi ini menunjukkan bahwa Papan Tangram Melayu dapat menjadi alat peraga yang mendukung pembelajaran komposisi bangun datar ketika penggunaannya dipadukan dengan konteks budaya, aktivitas manipulatif, diskusi, dan proses refleksi.


