LITERASI KEUANGAN, GAYA HIDUP SEDERHANA, IMPULSIVITAS, DAN KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU KEUANGAN SANTRI: STUDI DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUL FIRDAUS SUNGAI AMBAWANG
Kata Kunci:
Literasi Keuangan, Gaya Hidup Sederhana, Impulsivitas, Kontrol Diri, Perilaku Keuangan, Santri PesantrenAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, gaya hidup sederhana, impulsivitas, dan kontrol diri terhadap perilaku keuangan santri Pondok Pesantren Raudlatul Firdaus Sungai Ambawang, Kalimantan Barat. Fenomena defisit keuangan santri—di mana rata-rata pengeluaran bulanan (Rp313.750) melampaui uang saku yang diterima (Rp287.500)— menjadi landasan empiris penelitian ini. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei korelatif. Sampel berjumlah 205 responden yang dipilih dari populasi santri aktif tingkat Tsanawiyah, Aliyah, dan Pengurus. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson, regresi linier berganda, serta uji hipotesis simultan (uji F) dan parsial (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan santri (β = 0,958; t = 15,437; p < 0,001); (2) gaya hidup sederhana berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku keuangan (β = −0,281; t = −6,359; p < 0,001), mengindikasikan bahwa persepsi kesederhanaan yang belum terinternalisasi optimal justru mengurangi efektivitas pengelolaan keuangan; (3) impulsivitas berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,268; t = 2,168; p = 0,031), mencerminkan bahwa dorongan impulsif turut mendorong aktivitas keuangan tertentu; (4) kontrol diri berpengaruh negatif dan signifikan (β = −0,070; t = −2,010; p = 0,046). Secara simultan, keempat variabel mampu menjelaskan 94,3% variasi perilaku keuangan santri (R² = 0,943; F = 824,891; p < 0,001). Temuan ini berkontribusi pada pengembangan konsep Islamic financial behavior dalam konteks pendidikan pesantren yang unik, yakni lingkungan non-digital dengan pembinaan nilai religius yang intensif.
