UPAYA PELESTARIAN BECAK VESPA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KOTA PADANG SIDEMPUAN DALAM MENGHADAPI MODERNISASI TRASNPORTASI
Kata Kunci:
Becak Vespa, Pelestarian, Wisata, Modernisasi, Padang SidempuanAbstrak
Penelitian ini berjudul “Upaya Pelestarian Becak Vespa Sebagai Daya Tarik Wisata Kota Padang Sidempuan dalam Menghadapi Modernisasi Transportasi” yang dilatarbelakangi oleh semakin hilangnya eksistensi becak vespa akibat kemajuan teknologi dan munculnya mode transportasi yang lebih modern. Becak vespa memiliki nilai historis, budaya, dan ekonomi, serta menjadi ikon lokal yang potensial dijadikan daya tarik wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi becak vespa sebagai objek wisata dan merumuskan strategi pelestariannya agar tetap eksis di tengah arus modernisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Padang Sidempuan, pengemudi becak vespa, masyarakat, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian becak vespa membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata. Upaya yang dapat dilakukanrevitalisasi becak vespa dengan menambahkan eleman khas daerah, Integrasi becak vespa dengan wisata kota mencerminkan hifzh al-‘aql (menjaga akal) dan hifzh al-nasl (menjaga keturunan), sebab ia menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya bagi generasi muda serta memperkuat daya tarik wisata lokal. Kebijakan dan regulasi pemerintah berperan menjaga maslahah ‘ammah (kemaslahatan umum) meliputi promosi digital, penyelenggaraan event budaya, serta dukungan kebijakan yang berpihak pada transportasi tradisional. Kesimpulannya, pelestarian becak vespa sebagai daya tarik wisata memerlukan upaya kolaboratif yang berkelanjutan agar becak vespa tidak hanya bertahan, tetapi juga bertransformasi menjadi bagian penting dari identitas dan atraksi wisata Kota Padang Sidempuan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya kebijakan strategis dan pendekatan partisipatif dalam menjaga warisan transportasi lokal


