ANALISIS PEMBERDAYAAN EKONOMI MUSTAHIK MELALUI PROGRAM SIJUNJUNG MAKMUR DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KABUPATEN SIJUNJUNG
Kata Kunci:
Pemberdayaan Ekonomi, Mustahik, Zakat, Program Sijunjung MakmurAbstrak
Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya kapasitas dan keterampilan sumber daya manusia penerima manfaat dalam mengelola bantuan. Program Sijunjung Makmur adalah program yang bersifat produktif yang diperuntukkan bagi keluarga miskin dalam bentuk modal usaha, ternak produktif, dan bibit pertanian.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan program Sijunjung Makmur yang dilakukan oleh BAZNAS Sijunjung dalam upaya pemberdayaan ekonomi mustahik dan mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program Sijunjung Makmur yang dilakukan oleh BAZNAS Sijunjung. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif menggunakan analisis Miles dan Huberman yaitu dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data yang digunakan yaitu data primer diperoleh langsung dengan pengurus program Sijunjung Makmur dan mustahik sementara, data sekunder berupa jumlah bantuan dan jumlah penerima bantuan serta dokumen resmi BAZNAS lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Sijunjung Makmur telah menunjukkan dampak dalam pemberdayaan ekonomi mustahik, di mana mayoritas penerima manfaat mengalami peningkatan pendapatan setelah menerima bantuan modal usaha, mendorong diversifikasi usaha, kemandirian ekonomi, dan kesadaran sosial di kalangan mustahik. Melalui pendampingan dan monitoring yang dilakukan secara berkala, BAZNAS memastikan bahwa bantuan yang diberikan dimanfaatkan dengan baik, sehingga mustahik dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anak mereka serta sudah ada yang mulai menabung. Dengan demikian, program Sijunjung Makmur dapat dijadikan model yang efektif dalam upaya pemberdayaan ekonomi di kabupaten Sijunjung. Namun, kendala yang ditemukan dari sisi BAZNAS meliputi alokasi anggaran yang besar untuk program produktif, kebutuhan assessment kelayakan yang lebih mendalam. Dari sisi mustahik, kendala yang dihadapi adalah keterbatasan modal untuk pengembangan usaha, lokasi usaha yang tidak strategis.


