REKONSTRUKSI KONSEP KEPEMILIKAN HARTA DALAM AL-QUR'AN: PERSPEKTIF KESEIMBANGAN SOSIAL DAN SPIRITUAL
Kata Kunci:
Kepemilikan Harta, Ekonomi Islam, Distribusi Kekayaan, Keseimbangan Sosial, Keseimbangan SpiritualAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemilikan harta dalam perspektif ekonomi Islam serta relevansinya terhadap kondisi ekonomi modern. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), yang mengkaji teori-teori terkait kepemilikan harta menurut Islam dan aplikasinya dalam masyarakat modern. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah Al-Qur'an, hadis, serta literatur ilmiah yang membahas ekonomi Islam dan distribusi kekayaan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa dalam perspektif Islam, harta adalah amanah dari Allah SWT yang harus dikelola dengan prinsip keadilan, kesejahteraan sosial, dan kebermanfaatan bagi umat. Islam mengatur bagaimana harta harus diperoleh dan digunakan, serta mengharuskan redistribusi kekayaan melalui zakat, infak, sedekah, dan waqaf untuk mencegah ketimpangan sosial. Keseimbangan sosial dan spiritual dalam pengelolaan harta juga menjadi aspek penting dalam Islam, yang mengajarkan bahwa harta tidak hanya berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan duniawi, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip ekonomi Islam, seperti keadilan dalam distribusi kekayaan dan tanggung jawab sosial, dapat diimplementasikan sebagai solusi untuk mengatasi ketimpangan ekonomi dan krisis moral dalam sistem ekonomi kapitalis saat ini


