FOMO DALAM TRANSAKSI SAHAM SYARIAH: ANTARA UNTUNG ATAU BENCANA

Penulis

  • Wildayana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone Penulis
  • Irma Martawati Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone Penulis
  • M. Ikbal Wijaya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone Penulis
  • Sitti Nikmah Marsuki Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone Penulis

Kata Kunci:

FOMO, Generasi Milenial, Investasi Saham

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana fenomena FOMO mempengaruhi keputusan investasi saham yang diambil generasi milenial. FOMO adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa khawatir atau cemas jika tidak mengikuti tren atau kesempatan yang sedang populer, terutama yang beredar di internet. Dalam hal ini, FOMO muncul ketika generasi milenial melihat kesuksesan orang lain yang memperoleh keuntungan dari investasi saham, yang sering kali dibagikan di media sosial atau oleh influencer. Hal ini memotivasi mereka untuk ikut berinvestasi, meskipun tanpa pemahaman atau analisis yang cukup mengenai risiko dan cara berinvestasi yang tepat. Penelitian ini dilakukan melalui field research (penelitian lapangan), dan sudah berinvestasi saham. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder, seperti buku dan artikel tentang investasi saham yang relevan dengan topik ini. Hasil Penelitian, 1) Pengaruh Tren dan Media Sosial: Generasi milenial terpengaruh oleh kesuksesan orang lain dalam investasi saham yang mereka lihat di media sosial atau dengar dari teman-teman mereka, serta ajakan dari influencer yang mempromosikan investasi saham sebagai cara cepat untuk mendapatkan keuntungan. 2) Keputusan Investasi yang Tergesa-gesa: Karena FOMO, mereka seringkali tidak melakukan analisis yang mendalam dan terburu-buru untuk berinvestasi tanpa memahami dengan baik potensi risiko atau mekanisme pasar saham. 3) Gelisah dan Keinginan Keuntungan Instan: Banyak generasi milenial yang merasa cemas jika tidak ikut berinvestasi, karena mereka khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan pasif yang dianggap mudah hanya dengan menanamkan dana mereka dalam saham. 4) Hasil Investasi yang Tidak Memadai: Banyak yang akhirnya mengalami kerugian atau tidak memperoleh hasil yang diinginkan karena keputusan investasi yang buruk dan kurangnya perencanaan. Ini membuat mereka menjadi malas untuk melanjutkan investasi dan menganggap bahwa saham bukan instrumen investasi yang baik.

Unduhan

Diterbitkan

2025-01-13