Fungsi Uang Dalam Paradigma Ekonomi Islam

Penulis

  • Tarmanto Institut Agama Islam Negeri Pontianak Penulis
  • Ichsan Iqbal Institut Agama Islam Negeri Pontianak Penulis

Kata Kunci:

Ekonomi, Fungsi, Islam, Paradigma, Uang

Abstrak

Hampir bisa dipastikan bahwa saat ini sangat sulit untuk menemukan sesuatu yang gratis, bahkan guyonan yang mengatakan bahwa hanya kentut di dunia ini yang gratis seperti nyata adanya. Uang menjadi sangat berharga bagi hidup manusia. Orang-orang bekerja sepanjang hari hanya untuk memperoleh uang sebanyak-banyaknya. Tanpa disadari uang yang dikumpulkan membuatnya kehilangan waktu dengan orang-orang yang disayang. Bahkan mirisnya, uang yang ia kumpulkan pada akhirnya sebagian besar digunakan hanya untuk berobat dirinya. Dalam pribahasa disebutkan time is money yang artinya waktu adalah uang. Bayangkan saja waktu yang merupakan hal paling berharga di dunia disamakan dengan uang. Apakah fungsi uang memang untuk menyibukkan manusia di dunia lalu menjadikan manusia sebagai hamba dari tuhan bernama uang tersebut. Lalu bagaimana sebenarnya fungsi uang dalam paradigma ekonomi Islam. Penulisan artikel ini didasarkan pada library research  dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer adalah literatur-literatur terkait fungsi uang dalam Islam. Pengambilan data dilakukan dengan cara studi pustaka. Peneliti melakukan penelitian terhadap fungsi uang dalam paradigma ekonomi Islam. Adapun hasil pnelitian ini adalah secara esensi utama dalam sudut pandang Islam uang adalah sebagai alat tukar. Dalam kajian fiqih muamalah uang adalah sesuatu yang sangat penting dalam proses transaksi yang melibatkan manusia dengan manusia. Secara lebih spesifik uang dalam sudut pandang ekonomi Islam memiliki beberapa fungsi. Pertama, sebagai ukuran harga. Untuk memudahkan transaksi jual beli barang dan jasa, karena dapat memberikan kepastian terhadap nilai barang dan jasa. Kedua, uang sebagai media menyimpan nilai, hal itu dikarenakan dengan adanya uang manusia dapat menukar uang dengan nilai dan manfaat yang akan ia rasakan. Ketiga, uang sebagai standar pembayaran yang ditangguhkan. Dalam praktek ekonomi hal ini cukup lumrah dalam beberapa konteks atau dikenal dengan istilah pembayaran dengan maksud untuk dilunaskan dikahir, tetapi memiliki barang tersebut terlebih dahulu.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-13