Sosialisasi Inovasi Alat Penabur Pupuk Sederhana Berbasis Pendekatan ABCD untuk Efisiensi Pertanian di Desa Toto Mulyo, Lampung Timur

Penulis

  • M. Washil Abdul Gani Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung Penulis
  • Retno Mutia Dewi Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung Penulis
  • Reva Fadila Aska Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung Penulis
  • Risa Oktiviana Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung Penulis
  • Rezkiani Herlinda Pefriana Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung Penulis

Kata Kunci:

Teknologi Tepat Guna, ABCD, Penabur Pupuk, Pemberdayaan Masyarakat, Pertanian Berkelanjutan

Abstrak

Sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian Indonesia, terutama dalam penyediaan pangan dan lapangan kerja di wilayah pedesaan. Namun, tantangan yang dihadapi petani antara lain masih dominannya metode pemupukan manual yang kurang efisien dan berisiko menyebabkan distribusi pupuk tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, merancang, dan mensosialisasikan inovasi sederhana berupa alat penabur pupuk dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di Desa Toto Mulyo, Kabupaten Lampung Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan partisipatif dengan teknik observasi, wawancara, diskusi kelompok terarah (FGD), dan dokumentasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat penabur pupuk sederhana yang memanfaatkan bahan lokal seperti pipa paralon, baut, pegas, dan karet pentil dapat mengurangi waktu pemupukan hingga 40–50% dibandingkan metode manual, sekaligus menghasilkan distribusi pupuk yang lebih merata. Dari aspek sosial, kegiatan ini meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat solidaritas antarpetani, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam berinovasi. Dari sisi ekonomi, alat ini berpotensi menekan biaya produksi melalui efisiensi tenaga kerja dan mengurangi pemborosan pupuk. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah perlunya dukungan pemerintah desa dan daerah dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna di tingkat lokal guna memperkuat ketahanan pangan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di desa lain yang memiliki permasalahan serupa

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-13