LABELING SYARIAH PADA KOPERASI: ANALISIS KEPATUHAN AKAD MUDHARABAH KUD PENERUS BARU TERHADAP FATWA DSN-MUI
Kata Kunci:
Akad Fasid, Fatwa DSN-MUI Mudharabah, Koperasi Unit Desa, Label SyariahAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian operasional simpan pinjam berlabel mudharabah di KUD Penerus Baru Parandakan dengan Fatwa DSN-MUI Nomor 115/DSN-MUI/IX/2017. Urgensi penelitian berakar dari maraknya praktik pelabelan syariah yang belum selaras dengan regulasi resmi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif pendekatan studi lapangan melalui teknik wawancara mendalam kepada pengurus serta nasabah, ditambah dokumentasi isi akad. Temuan riset menunjukkan tiga penyimpangan utama dalam operasional koperasi. Pertama, penentuan keuntungan dipatok tetap sebesar 1,5% per bulan dari modal awal. Kedua, risiko kerugian finansial usaha dibebankan sepenuhnya kepada pihak nasabah. Ketiga, jaminan fisik dijadikan alat sita sepihak saat terjadi pembiayaan macet. Konsekuensinya, operasional simpan pinjam di koperasi ini berstatus cacat hukum (fasid) karena mempraktikkan sistem bunga flat konvensional berselimut label syariah. Koperasi ini direkomendasikan segera melakukan rekonstruksi akad agar sesuai dengan prinsip keadilan ekonomi Islam.


