TINJAUAN ‘URF TERHADAP TRADISI MANGAJI MANYARATUIH HARI SETELAH KEMATIAN PADA TAREKAT SYATTARIYAH (STUDI KASUS DI NAGARI SUNGAI SARIK KECAMATAN VII KOTO SUNGAI SARIK KABUPATEN PADANG PARIAMAN)
Kata Kunci:
Mangaji Manyaratuih Hari, Tarekat Syattariyah, Urf ShahihAbstrak
Tradisi Mangaji Manyaratuih hari setelah kematian merupakan bagian dari praktik budaya dan keagamaan yang berkembang dalam Tarekat Syattariyah di Nagari Sungai Sarik. Tradisi ini dilakukan dalam bentuk doa, sholawat, dan pembacaan Al-qur’an yang pahalanya dihadiahkan kepada almarhum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pelaksanaan tradisi, faktor-faktor yang mempengaruhi kebertahanannya, serta tinjauan ‘urf terhadap praktik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method research, dengan pendekatan penelitian lapangan dan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah; 1) proses pelaksanaan Mangaji Manyaratuih melibatkan berbagai rangkaian ritual, termasuk barundiang, membaca pawatiah, tahlilan, doa, serta pemasangan batu nisan; 2) Faktor yang mempengaruhi keberlanjutan tradisi ini meliputi kuatnya ajaran Tarekat Syattariyah, dukungan pondok pesantren klasik, serta keyakinan masyarakat terhadap keberkahan dan nilai kebersamaan yang terkandung dalam tradisi; 3) tinjauan ‘urf, tradisi ini dikategorikan sebagai ‘urf shahih, meskipun terdapat beberapa dalil yang bermasalah dalam periwayatannya. Penelitian ini menegaskan peran penting Mangaji Manyaratuih dalam menjaga solidaritas dan nilai spiritual dalam masyarakat Tarekat Syattariyah di Nagari Sungai Sarik.


