PERSEPSI GENERASI MILENIAL TERHADAP TRADISI UANG JAPUIK DAN UANG HILANG PADA PERKAWINAN ADAT MASYARAKAT DI NAGARI GADUR KABUPATEN PADANG PARIAMAN PERSPEKTIF URF
Kata Kunci:
Uang Japuik, Generasi Milenial, Tradisi PernikahanAbstrak
Penelitian ini mengeksplorasi persepsi generasi milenial terhadap tradisi uang japuik dan uang hilang dalam perkawinan adat di Nagari Gadur, Kabupaten Padang Pariaman. Tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat, namun seiring waktu, generasi milenial mulai mempertanyakan relevansi dan keadilan tradisi ini. Banyak remaja yang menganggap tradisi ini memberatkan dan diskriminatif, terutama jika kesepakatan uang japuik dan uang hilang tidak terpenuhi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara langsung terhadap tokoh adat, pemuka masyarakat, dan generasi milenial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial menghargai warisan budaya, tetapi juga mempertimbangkan aspek kepraktisan dan keberlanjutan finansial dalam menentukan uang japuik dan uang hilang. Penentuan uang japuik yang awalnya berdasarkan status keturunan kini bergeser menjadi berdasarkan pekerjaan dan gelar pendidikan. Dalam perspektif Urf, tradisi uang japuik dan uang hilang dapat diterima jika tidak memberatkan salah satu pihak dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai adat dan tradisi. Namun, jika tradisi ini menjadi beban yang berat dan menghalangi pernikahan, maka Urf tersebut dapat dianggap tidak sah.


