STIGMA MASYARAKAT TERHADAP KORBAN PELECEHAN SEKSUAL LAKI - LAKI DAN IMPLIKASIANYA TERHADAP PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA

Penulis

  • Albert Wijaya Universitas Bengkulu Penulis
  • Klodia Siboro Universitas Bengkulu Penulis
  • Ria Anggraeni Utami Universitas Bengkulu Penulis

Kata Kunci:

Viktimologi, Stigma Sosial, Korban Laki-Laki, Pelecehan Seksual

Abstrak

Pelecehan seksual merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang dapat dialami oleh setiap individu tanpa memandang jenis kelamin. Namun demikian, dalam praktik sosial, korban laki-laki seringkali tidak memperoleh pengakuan yang setara akibat adanya stigma masyarakat yang dipengaruhi oleh konstruksi maskulinitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stigma masyarakat terhadap korban laki-laki dalam kasus pelecehan seksual serta mengkaji fenomena tersebut dalam perspektif viktimologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma sosial menyebabkan korban laki-laki mengalami marginalisasi, rendahnya tingkat pelaporan (underreporting), serta viktimisasi sekunder akibat respons negatif dari lingkungan sosial dan institusi hukum. Selain itu, korban laki-laki seringkali dikategorikan sebagai hidden victims karena kurangnya pengakuan dalam sistem sosial dan hukum. Faktor-faktor seperti konstruksi budaya, pengaruh media, lingkungan sosial, serta keterbatasan penegakan hukum turut memperkuat stigma tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan viktimologi yang lebih inklusif serta upaya perubahan perspektif masyarakat guna mewujudkan perlindungan hukum yang adil dan setara bagi seluruh korban pelecehan seksual.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-13