LARANGAN ISRAF (BERLEBIHAN) DALAM ISLAM DAN RELEVANSINYA TERHADAP EKSPLOITASI LAHAN GAMBUT UNTUK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KALIMANTAN BARAT

Penulis

  • Fazli Aminudin Institut Agama Islam Negeri Pontianak Penulis
  • Muhammad Iqbal Ansyari Institut Agama Islam Negeri Pontianak Penulis
  • Luqman Luqman Institut Agama Islam Negeri Pontianak Penulis
  • Dwi Surya Atmaja Institut Agama Islam Negeri Pontianak Penulis

Kata Kunci:

Israf, Ekonomi Islam, Lahan Gambut, Kelapa Sawit, Kalimantan Barat, Pembangunan Berkelanjutan

Abstrak

Eksploitasi lahan gambut untuk ekspansi perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat menciptakan keresahan mendalam terkait kerusakan ekosistem yang tidak dapat dipulihkan. Penelitian ini mengeksplorasi konsep israf (berlebihan) dalam ekonomi Islam sebagai kerangka kritik terhadap praktik eksploitasi yang melampaui batas daya dukung lingkungan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten terhadap sumber sumber primer Islam dan studi kasus empiris di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, penelitian ini mengungkap bahwa konsep israf dalam Al Quran dan hadis secara tegas melarang pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan hingga merusak keseimbangan ekologis. Temuan menunjukkan bahwa konversi lahan gambut seluas 156.742 hektare untuk perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat antara 2000-2020 telah menghasilkan emisi karbon sebesar 42,3 juta ton CO2 per tahun, jauh melampaui kemampuan penyerapan karbon regional. Praktik ini dikategorikan sebagai israf karena melanggar prinsip keseimbangan (mizan), mengabaikan hak generasi mendatang (haqq al-ajyal al-qadimah), dan merusak fungsi khalifah fil ardh. Penelitian ini menawarkan model pengelolaan berbasis prinsip wasathiyyah yang mengintegrasikan zonasi lahan berdasarkan daya dukung ekologis, sistem bagi hasil berkelanjutan, dan mekanisme wakaf lingkungan sebagai alternatif pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai Islam.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-13