THE EFFECT OF SAKTI OPERATOR COMPETENCE AND THE APPLICATION OF INFORMATION TECHNOLOGY ON THE PERFORMANCE OF BUDGET IMPLEMENTATION BY THE CENTRAL AUTHORITY OF THE INDONESIAN NAVY WITH THE VARIABLE OF SUPERVISION AS AN INTERVENING FACTOR

Penulis

  • Joko Suratno Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut Penulis
  • Edy Iwan Bangun Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut Penulis
  • Mohammad Rachmad Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut Penulis

Kata Kunci:

Teknologi Informasi, Kebijakan, Strategi, Dan Upaya (KSU)

Abstrak

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) merupakan komponen krusial dari Tentara Nasional Indonesia, yang menjalankan peran strategis tidak hanya dalam pertahanan negara tetapi juga dalam penegakan hukum maritim, perlindungan sumber daya alam, dan operasi kemanusiaan. Dalam lingkungan strategis yang semakin kompleks saat ini, peningkatan efisiensi operasional—terutama dalam manajemen keuangan—sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam konteks ini, kompetensi operator SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) dan implementasi teknologi informasi yang efektif memainkan peran penting dalam memastikan pelaksanaan anggaran yang akurat, transparan, dan akuntabel di seluruh satuan kerja otoritas pusat (Satker) TNI AL. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi operator SAKTI dan implementasi teknologi informasi terhadap kinerja pelaksanaan anggaran, dengan supervisi bertindak sebagai variabel intervening. Desain eksplanatori kuantitatif digunakan, dianalisis melalui Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS- SEM) menggunakan SmartPLS 4, berdasarkan data survei yang dikumpulkan dari 120 responden di dalam satuan kerja otoritas pusat Angkatan Laut. Temuan empiris menunjukkan bahwa kompetensi operator SAKTI secara signifikan mempengaruhi kinerja pelaksanaan anggaran (β = 0,421; p < 0,001) dan pengawasan (β = 0,502; p < 0,001). Demikian pula, implementasi teknologi informasi secara signifikan mempengaruhi kinerja pelaksanaan anggaran (β = 0,365; p < 0,01) dan pengawasan (β = 0,448; p < 0,01). Lebih lanjut, pengawasan berfungsi sebagai variabel mediasi, memperkuat efek kompetensi operator SAKTI dan implementasi teknologi informasi pada kinerja pelaksanaan anggaran (efek tidak langsung signifikan pada p < 0,05). Model menjelaskan 71,4% varians (R² = 0,714) dalam kinerja pelaksanaan anggaran. Studi ini memberikan bukti empiris baru tentang peran mediasi pengawasan dalam hubungan antara kompetensi sumber daya manusia dan implementasi teknologi dalam konteks manajemen keuangan lembaga pertahanan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pengembangan kompetensi berkelanjutan dan transformasi digital untuk memperkuat tata kelola keuangan, pengawasan, dan akuntabilitas kinerja di TNI Angkatan Laut

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-13