PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENDORONG INOVASI DIGITAL PADA PENGELOLAAN RETRIBUSI WISATA BERBASIS EMONEY DI KABUPATEN KARO
Kata Kunci:
Budaya Organisasi, Inovasi Digital, Retribusi Wisata, E-Money, Kabupaten KaroAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran budaya organisasi dalam mendorong inovasi digital pada pengelolaan retribusi wisata berbasis e-money di Kabupaten Karo. Inovasi digital, khususnya penggunaan sistem pembayaran non-tunai (e-money), mulai diimplementasikan oleh pemerintah daerah guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan retribusi wisata. Namun, keberhasilan implementasi teknologi ini sangat bergantung pada kesiapan budaya organisasi di instansi terkait. Budaya organisasi mencakup nilai, norma, dan praktik yang memengaruhi sikap serta perilaku pegawai dalam menerima perubahan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggali bagaimana budaya organisasi terbentuk, dimaknai, dan berdampak terhadap adopsi sistem e-money di lingkungan Dinas Pariwisata Kabupaten Karo. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pegawai, observasi di lokasi wisata, serta analisis dokumen kebijakan dan prosedur operasional. Hasil awal menunjukkan bahwa faktor seperti kepemimpinan yang mendukung, komunikasi internal yang terbuka, serta pelatihan teknologi berperan penting dalam keberhasilan inovasi digital. Sebaliknya, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya pemahaman terhadap manfaat sistem digital menjadi hambatan utama. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada kajian manajemen inovasi di sektor publik, serta manfaat praktis bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi penguatan budaya organisasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan untuk peningkatan kualitas layanan publik pariwisata di era digital. Luaran yang ditargetkan adalah jurnal terakreditasi antara Sinta 5 dan 6.


