RESILIENSI AGRIBISNIS PERKOTAAN: STUDI TENTANG INOVASI TEKNIS, HILIRISASI PRODUK, DAN PEMASARAN DIGITAL PADA USAHA HIDROPONIK BASIL (OCIMUM BASILICUM) DI KOTA MEDAN

Penulis

  • Hendra Saputra Universitas Negeri Medan Penulis
  • Paskah Gloria S. Sipahutar Universitas Negeri Medan Penulis
  • Ananda Nazura Universitas Negeri Medan Penulis
  • Aulia Dinda Utami Universitas Negeri Medan Penulis
  • Gerry Afriando Sipayung Universitas Negeri Medan Penulis
  • Raissa Fathia Universitas Negeri Medan Penulis
  • Siti Agriyani Universitas Negeri Medan Penulis

Kata Kunci:

Resiliensi Agribisnis, Hidroponik Basil, Hilirisasi Produk, Pemasaran Digital, Urban Farming

Abstrak

Urbanisasi yang pesat mendorong berkembangnya agribisnis perkotaan berbasis hidroponik sebagai solusi keterbatasan lahan konvensional di Indonesia, namun kajian integratif mengenai resiliensinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi usaha hidroponik basil (Ocimum basilicum) di Kota Medan melalui tiga pilar: inovasi teknis budidaya, hilirisasi produk, dan pemasaran digital, dengan objek kajian Syifa Hidroponik. Pendekatan mixed method digunakan, mengintegrasikan kualitatif deskriptif dengan data sekunder melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan triangulasi sumber serta metode. Hasil penelitian menunjukkan: (1) inovasi teknis berupa formulasi AB Mix mandiri Rp150.000 per siklus, manajemen mikroklimat berbasis atap plastik UV, dan rotasi tanaman 4–12 bulan menghasilkan produktivitas konsisten 5–10 kg basil per hari; (2) hilirisasi melalui konsep "Cara Lain Makan Sayur" menghasilkan nugget sayur basil dan sirup basil dengan rasio nilai tambah 43–44% dan R/C ratio >1,3 yang tergolong layak secara finansial; serta (3) pemasaran digital berbasis TikTok Live Streaming, Google Maps, dan personal branding pemilik memperluas jangkauan pasar secara organik dan efisien. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi agribisnis perkotaan Syifa Hidroponik bersumber dari sinergi integratif ketiga pilar tersebut dan berpotensi menjadi model rujukan pengembangan usaha hidroponik berbasis komoditas bernilai tinggi di Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-13