PENGARUH PSYCHOLOGICAL EMPOWERMENT, MEANINGFUL WORK, DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA VOLUNTEER GENERASI Z DI PEDULY SURAKARTA
Kata Kunci:
Psychological Empowerment, Meaningful Work, Perceived Organizational Support, Organizational Citizenship Behavior, Volunteer, Generasi ZAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Psychological Empowerment (PE), Meaningful Work (MW), dan Perceived Organizational Support (POS) terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada volunteer Generasi Z di Peduly Surakarta. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya OCB volunteer yang hanya mencapai rata-rata 55,6% berdasarkan hasil pra-penelitian terhadap 30 volunteer. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel berjumlah 96 volunteer yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rumus Paul Leedy dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 10%. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan Skala Likert 1–5. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Psychological Empowerment berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB (t=2,971; ρ=0,004); (2) Meaningful Work berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB (t=3,470; ρ=0,001); (3) Perceived Organizational Support berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB dengan pengaruh terbesar (t=5,460; ρ=0,000; β=0,408). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap OCB (F=143,257; Sig.=0,000) dan mampu menjelaskan 81,8% variasi OCB (Adjusted R²=0,818). Temuan ini membuktikan bahwa Social Exchange Theory berlaku pada konteks organisasi volunteer non-formal, di mana peningkatan keberdayaan psikologis, kebermaknaan kerja, dan dukungan organisasi secara bersama-sama mendorong perilaku sukarela volunteer Generasi Z.


