ANALISIS KORELASI PROFITABILITAS (RETURN ON EQUITY) TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN BEI SEKTOR TAMBANG DAN ENERGI PERIODE 2021-2025
Kata Kunci:
Profitabilitas, Return On Equity, Struktur Modal, Debt To Equity Ratio, Perusahaan Tambang Dan EnergiAbstrak
Kajian ini berupaya mengungkap sejauh mana tingkat profitabilitas berkaitan dengan kebijakan pendanaan perusahaan, dengan ROE sebagai cerminan profitabilitas dan DER sebagai cerminan struktur modal, pada emiten sektor pertambangan dan energi di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2021 hingga 2024. Melalui desain asosiatif kuantitatif, peneliti mengolah laporan keuangan tahunan dari lima belas emiten (ADRO, ADMR, PTBA, ANTM, AMMN, AKRA, INDY, HRUM, BYAN, BUMI, ELSA, TINS, ITMG, PGAS, dan COAL) sehingga terbentuk 60 titik data gabungan tahun-perusahaan. Pengujian distribusi data melalui Kolmogorov-Smirnov mengungkap angka signifikansi 0,021 untuk ROE dan 0,000 untuk DER, keduanya berada di bawah ambang 0,05, yang berarti sebaran data menyimpang dari kurva normal. Konsekuensinya, peneliti beralih ke uji Spearman Rank yang diproses melalui IBM SPSS Statistics 25.0. Pengujian tersebut memunculkan koefisien sebesar -0,456 dengan taraf signifikansi 0,000, mengindikasikan adanya keterkaitan berlawanan arah berkekuatan moderat yang teruji signifikan antara kedua variabel. Artinya, kenaikan profitabilitas suatu perusahaan cenderung berbanding lurus dengan penyusutan porsi utang dalam struktur modalnya, dan berlaku pula sebaliknya. Pola semacam ini memperkuat keberlakuan Pecking Order Theory, yang menekankan bahwa entitas bisnis akan lebih dahulu mengandalkan sumber dana internal berupa laba ditahan sebelum menempuh opsi utang maupun penerbitan saham baru. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengelola keuangan perusahaan tambang dan energi dalam menyusun strategi pendanaan yang berpijak pada capaian profitabilitas, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi pihak investor saat menelaah kinerja emiten lewat relasi ROE dan DER.


